Jum'at, 10 Maret 2017
Mengenal Perpustakaan BPK

Perpustakaan Kemensos melakukan studi banding ke Perpustakaan Badan Pemeriksa Keuangan di Jakarta pada hari Selasa, tanggal 7 Maret 2017. Secara umum kunjungan ini ditujukan untuk meningkatkan kerja sama antar Perpustakaan Kementerian dan Lembaga Pemerintah serta menambah wawasan pengelola Perpustakaan Kemensos. Sedangkan tujuan khususnya adalah agar lebih mengenal Perpustakaan BPK.

Tim Perpustakaan Kemensos diterima oleh Kepala Perpustakaan BPK, Ibu Dewi Kaniasari dan beberapa staf Perpustakaan BPK. Studi banding kali ini memilih lokasi di Perpustakaan BPK karena perpustakaan tersebut telah bertransformasi menjadi perpustakaan dengan desain layout yang modern minimalis serta pengelolaannya yang profesional dengan memanfaatkan teknologi informasi. Aspek-aspek yang menjadi perhatian dalam studi banding ini meliputi profil Perpustakaan BPK secara umum, tata letak ruang perpustakaan, manajemen koleksi digital, kegiatan prioritas dan miniatur Museum BPK.

Perpustakaan BPK berdasarkan sejarah mulai dikelola pada tahun 1968 dan berlokasi di Bogor. Berdasarkan Keputusan BPK RI maka secara struktural Sub Bagian Perpustakaan BPK berada pada Bagian Pengelolaan Informasi-Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Internasional. Pada tahun 2016 Perpustakaan BPK berpindah tempat di ruangan baru di lantai 1 Gedung Umar Wirahadikusumah, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Pusat dan mengelola miniatur museum BPK. Ruang perpustakaan BPK didesain dengan model minimalis modern dan nuansa warna oranye putih untuk memberi kesan luas dan segar. Ruang referensi dibuat terpisah dan dilengkapi ruang baca terbuka untuk pemustaka.

Koleksi Perpustakaan BPK berupa buku teks yang 50% merupakan koleksi dengan subjek akuntansi dan auditing dan selebihnya koleksi dengan subyek ekonomi, manajemen, komputer dan bidang ilmu lainnya. Koleksi referensi terdiri dari ensiklopedi, kamus dan handbook. Sedangkan untuk koleksi terbitan BPK yaitu kumpulan Haspem/Haptah/IHPS, Juknis/Juklak Pemeriksaan dan LHP.

Untuk mengikuti perkembangan teknologi dan perubahan masyarakat dalam menelusur informasi di era digital maka Perpustakaan BPK memanfaatkan sistem aplikasi perpustakaan SIPuspa. Aplikasi ini sudah digunakan oleh perpustakaan BPK Pusat, 34 perwakilan provinsi, pusdiklat, 3 Balai Diklat dan Museum. Selain itu perpustakaan juga mengelola koleksi digital. Koleksi digital tersebut berisi muatan lokal yang juga berasal dari koleksi perwakilan BPK di provinsi. Salah satu koleksi yang sangat membantu para pemeriksa adalah koleksi Karya Tulis Ilmiah/terjemahan/saduran yang telah dinilai oleh Litbang dan disimpan dalam perpustakaan digital di aplikasi SIPuspa.

Kegiatan prioritas perpustakaan BPK tahun 2017 meliputi sosialisasi layanan perpustakaan di BPK Pusat, Perwakilan, Pusdiklat, Balai Diklat dan Museum, pengembangan aplikasi SIPuspa dan rekonsiliasi dan sinkronisasi BMN Perpustakaan. Perpustakaan BPK telah memanfaatkan media sosial untuk promosi seperti facebook, twitter dan instagram.

Perpustakaan BPK Pusat juga bertanggung jawab melakukanan pembinaan dan pengembangan 34 perwakilan provinsi, pusdiklat, dan 3 Balai Diklat. Pembinaan dilaksanakan secara rutin setiap tahun dalam bentuk pelatihan bagi para pengelola Perpustakaan BPK perwakilan provinsi.

Hasil dari studi banding ke Perpustakaan BPK telah memberikan manfaat dan inspirasi bagi pengembangan Perpustakaan Kemensos dan diharapkan Perpustakaan Kemensos dapat mengimplementasikannya sesuai visinya yaitu sebagai Pusat Informasi Kesejahteraan Sosial dan Wahana Terapi dan motto mencerahkan, menyenangkan, menyembuhkan.